Lebah
Mencari Nektar
(sumber : bobo.grid.id)
1.
Menurut Nuherti Yuliarti
Proses terjadinya madu
sebagai berikut : mula-mula lebah pekerja harus mencari nectar dan polen
(tepung sari bunga) sebagai makanan utamanya. Setiap hari mereka terbang
mencari bunga-bungaan dengan jarak hingga 2 kilometer. Nectar dan polen ini
diperoleh dari berbagai jenis bunga, baik bunga tanaman hias, buah-buahan,
tanaman sayuran, tanaman pangan, dan tanaman perkebunan. Dalam sehari seekor
lebah mampu mengumpulkan sekitar 40 mg nectar dan 20 mg polen dalam beberapa
kali bolak-balek dari sarang ke bunga tujuan.
Nectar bunga akan
dihisap oleh lebah dan disimpan pada kantong madu lebah melalui belalainya,
sehingga terjadi kontak antara nectar bunga dengan cairan saliva (air liur)
lebah yang mengandung enzim hidrolase. Hal
ini mengakibatkan terjadinya pemecahan gula antara sukrosa dengan glukosa dan
fruktosa.
Nectar bunga akan
dikeluarkan sesampainya di sarang, kemudian ditukar dari mulut ke mulutantara
lebah satu dengan yang lainnya. Jadi, di dalam sarang nectar tersebut akan
dimuntahkan kembali oleh lebah pekerja dan dipindahkan ke sarang dari mulut ke mulut, serta dikunyah 120
sampai 240 kali sekitar 20 menit. Prose ini terjadi berulang kali sambil kedua
lebah tersebut menambahkan beberapa jenis enzim ke dalam nectar untuk mencerna
gula alaminya.
Setelah proses
tersebut selesai, nectar akan disimpan di dalam lubnag sarang/sel. Di sini nectar
diangin-anginkan (dengan kepakan sayap) dan diuapkan untuk mengurangi uap
airnya hingga nectar tersebut menjadi kental, pada saat itu terjadi penyerapan
kandungan kadar air kira-kira 40%. Penurunan kadar air dalam sel madu
disebabkan perbedaan tekanan uap air nectar bunga dengan udara luar. Perbedaan ini
terjadi karena bantaun kipasan sayap lebah yang berkecepatan 26.400 kali
getaran per menit. Setelah kadar air dalam nectar bunga cukup rendah, maka sel nectar
bunga tersebut akan ditutup dengan malam oleh lebah. Sel yang telah ditutup
dengan malam akan mengalami pemasakan, karena reaksi enzim invertase yang
sebagian berasal dari nectar bunga dan tubuh lebah akan memecahkan gula sukrosa
menjadi glukosa dan fruktosa. Hasil akhir inilah yang disebut dengan madu. Jumlah
madu yang dihasilkan lebah tergantung dari jenis lebah, jenis bunga, keadaan
bunga, musim, dan iklim. Madu murni alami dihasilkan dari lebah yang menghisap
beraneka ragam nectar bunga pilihan alami, sehingga madu yang dihasilkan tidak
seragam, baik rasa, aroma, warna, maupun kekentalannya. Madu yang diternakkan
umumnya memiliki warna, rasa, aroma yang seragam, karena umumnya makan satu
jenis makanan saja.
2. Menurut Ali Widi Baskhara
Makanan lebah
bersumber pada nectar bunga yang kemudian diubah oleh lebah pekerja melalui
kelenjarnya menjadi madu sehingga nectar
yang berasal dari bunga yang berbeda akan menghasilkan madu dengan warna, rasa, aroma, serta manfaat yang berbeda. Di
antara lebah ada yang disebut dengan lebah pemandu. Lebah pemandu merupakan
lebah pekerja yang bertugas untuk mencari tempat sumber pakan di lapangan.
Kemampuan terbang lebah pekerja mencapai radius lebih kurang 2,5 km – 6 km dan
tidak pernah tersesat karena hormone feromon yang dikeluarkan ratu lebah akan
menimnulkan bau yang dijadikan pemandu bagi lebah pekerja untuk pulang. Lebah
pekerja akan tersesat bila ada angina besar atau badai. Setelah lebah pemandu
menemukan sumber pakan maka lebah akan kembali ke sarang dan memberikan sinyal
atau menginformasikan kepada lebah pekerja yang lain dalam koloninya untuk
menunjukkan tempat sumber pakan tersebut. Sinyal yang diberikan lebah pemandu
meliputi jarak atau radius terbang dan arah tempat sumber pakan tersebut
berada.
Untuk membuat 100
gram madu, lebah harus mendatangi tidak kurang dari satu juta tangkai bunga.
Nectar diangkut dalam kantong tepung dikakinya. Di dalam sarang, nectar diolah
menjadi madu, lilin, dan royal jelly yang menjadi makanan utama lebah ratu. Umumnya satu
sarang menghasilkan 150 gram madu setiap musim.
Lebah pemandu dalam
memberikan sinyal komunikasi menginformasikan dengan cara melakukan suatu
tarian angka delapan, dan dengan komunikasi melalui feromon, maka lebah yang
mengetahui lebah pemandu terbang menuju tempat sumber makanan. Komunikasi lebah
dalam koloninya dengan cara tarian dan feromon ini sangat unik. Berikut sedikit
penjelasanya.
a.
Lebah Berkomunikasi Melalui Feromon
Feromon merupakan senyawa kimiawi yang dihasilkan
oleh ratu lebah dari kelenjar hipofaring yang membawa informasi-informasi
tentang kegiatan yang baru dilakukan oleh anggota koloni sesuai dengan keadaan
yang sedang dihadapi. Dengsn kata lain feromon mirip dengan hormone yang
bekerja secara internal. Efek yang ditimbulkan hormone tersebut langsung dari
dalam tubuh individu penghasil, kecuali dengan sengaja dipindahkan ke individu
lain. Feromon dihasilkan secara internal, namun bekerja secara eksternal untuk
menginduksikan reaksi-reaksi yang mengubah tingkah laku individu lain dalam
spesies yang sama.
Di dalam sarang hormone feromon berfungsi untuk
mengatur aktivitas lebah-lebah pekerja, sedangkan di luar digunakan oleh ratu
lebah untuk memikat lebah pejantan untuk kawin, dab sebagai kompas penuntun
koloni paada saat bermigrasi. Pengunaan feromon di dalam koloni lebah dapat
berlangsung melalui kontak tubuh, makanan, atau melalui udara yang berada di
dalam sarang.
Poses pemindahan hormone feromon kepada lebah
pekerja dilakukan dengan cara lebah pekerja mengibaskan antenany a ke tubuh
ratu lebah. Selanjutnya lebah pekerja memindahkan horrmon feromon k eke tubuh
pekerja lapangan. Peristiwa ini berlangsung pada saat terjadi pemindahan muatan
yang dibwa dari lebah pekerja yang ada di lapangan kepada lebah pekerja yang
ada di sarang.
Lebah madu menggunakan feromon sebagai aktivitas
untuk mengkoordinasikan lebah-lebah lainnya. Penggunaan feromon ini untuk
penggolongan jenis lebah pekerja, pejantan, dan ratu lebah. Feromon dugunakan
oleh lebah pekerja sebagai penghambat aktivitas ovarium sehingga tidak mungkin
kawin dan bertelur selama masih ada ratu lebah. Feromon akan menghambat
terbentuknya sel-sel yang akan menjadikannya ratu lebah, memberi tanda bahaya,
untuk mengerahkan masa, memberikan makanan kepada anggota koloni, membuang
lebah yang mati, serta mengenal antara sesama angota koloni.
b.
Lebah Berkomunikasi Melalui Tarian
Komunikasi melalui tarian hanya dimiliki lebah
pekerja pemandu atau lebah scout. Lebah pekerja pemandu melakukan gerakan
tarian keliling atau round dance di
atas sisisran sarang lebah sambil mengeluarkan aroma temuannya untuk
menyampaikan informasi lokasi sumber makanan yang ditemukan kepada lebah
pekerja lapangan yang merupakan factor penentu dalam keefisienan lebah madu
mengeksploitasi tanaman-tanaman disekitarnya.
Pada saat lebah pekerja pemandu melakukan tarian
keliling dalam satu atau dua lingkaran lebah akan mengubah arah putaran tarian.
Dalan interval tertentu lebah penari berhenti untuk meneteskan nectar kepada
lebah-lebah pekerja yang mengelilinginya. Bila gerakan tarian yang dilakukan
lebah pemandu semakin lincah dan banyak gerakannya, maka akan semakin besar
jumlah lebah pekerja yang ditarik untuk mencari makanan dan gerakan tarian
menunjukkan atau menginformasikan jumlah makanan. Sehingga lebah pekerja yang
mengelilinginya akan mempelajari sumber bau makanan yang dibawa oleh lebah
pekerja pemandu. Setelah mengetahui sumber bau tersebut maka lebah pekerja
segera keluar sarang untuk mncari lokasi makanan. Komunikasi dengan melakukan
tarian gerakan melingkar sangat efektif dan dalam waktu singkat dapat menarik
banyak pekerja.
Proses pembentukan
madu dari bahan dasarnya dilakukan lebah pekerja dalam beberapa tahap, yaitu pertama,
lebah madu akan mencari dan mengumpulkan nectar dari tanaman. Nectar merupakan
senyawa kompleks yang dihasilkan oleh kelenjar nectarifier dalam bunga dan
berbentuk larutan gula dengan kosentrasi berbeda-beda. Kandungan nectar antara
lain sukrosa, fruktosa, dan glukosa, serta kandungan lain pada nectar yang
jumlahnya sangat sedikit yaitu mineral, asam amino, resin, protein, dan garam. Tahapan
selanjutnya, sari makanan dan tepung sari dihisap, ditelan, dan
dimasukkan ke dalam perut madu oleh lebah madu pekerja. Setelah tiba di sarang
lebah, nectar yang telah ditelannya dikeluarkan kembali serta dikunyah hingga
lembut oleh lebah. Pada saat inilah terjadi proses pengubahan nectar menjadi gula
invert.
Pada saat lebah menghisap nectar dengan belalainya ada kontak antara nectar
dengan cairan saliva lebah. cairan saliva yang dimiliki lebah pekerja memiliki
kandungan enzim-enzim hidrolase atau enzim invertase sehingga pada tahapan ini
terjadi pemecahan gula, dai senyawa sukrosa diubah menjadi glukosa dan
fruktosa.
Setelah terjadi
pemecahan gula atau gula invert selanjutnya lebah akan mengurangi atau membuang
kandungan air pada cairan gula tersebut. Pengurangan air gula dilakukan dengan
cara mengibaskan sayap lebah. Selanjutnya cairan madu akan dimatangkan oleh
lebah madu dalam sarangnya atau di dalam sel-sel sarang. Jumlah madu yang
dihasilkan tergantung dari jenis lebah, jenis bunga, keadaan bunga, musim, dan
iklim.
Sumber :
-
Widi, Ali Baskhara. 2008. Khasiat & Keajaiban Madu untuk Kesehatan dan
Kecantikan. Yogyakarta : Smile-Books.
-
Yuliarti, Nurheti. 2015. Khasiat Madu untuk Kesehatan dan Kecantikan.
Yogyakarta : Andi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar