Minggu, 07 Februari 2021

Proses Terjadinya Madu

 


Lebah Mencari Nektar

(sumber : bobo.grid.id)

1.    Menurut Nuherti Yuliarti

Proses terjadinya madu sebagai berikut : mula-mula lebah pekerja harus mencari nectar dan polen (tepung sari bunga) sebagai makanan utamanya. Setiap hari mereka terbang mencari bunga-bungaan dengan jarak hingga 2 kilometer. Nectar dan polen ini diperoleh dari berbagai jenis bunga, baik bunga tanaman hias, buah-buahan, tanaman sayuran, tanaman pangan, dan tanaman perkebunan. Dalam sehari seekor lebah mampu mengumpulkan sekitar 40 mg nectar dan 20 mg polen dalam beberapa kali bolak-balek dari sarang ke bunga tujuan.

Nectar bunga akan dihisap oleh lebah dan disimpan pada kantong madu lebah melalui belalainya, sehingga terjadi kontak antara nectar bunga dengan cairan saliva (air liur) lebah yang  mengandung enzim hidrolase. Hal ini mengakibatkan terjadinya pemecahan gula antara sukrosa dengan glukosa dan fruktosa.

Nectar bunga akan dikeluarkan sesampainya di sarang, kemudian ditukar dari mulut ke mulutantara lebah satu dengan yang lainnya. Jadi, di dalam sarang nectar tersebut akan dimuntahkan kembali oleh lebah pekerja dan dipindahkan ke sarang  dari mulut ke mulut, serta dikunyah 120 sampai 240 kali sekitar 20 menit. Prose ini terjadi berulang kali sambil kedua lebah tersebut menambahkan beberapa jenis enzim ke dalam nectar untuk mencerna gula alaminya.

Setelah proses tersebut selesai, nectar akan disimpan di dalam lubnag sarang/sel. Di sini nectar diangin-anginkan (dengan kepakan sayap) dan diuapkan untuk mengurangi uap airnya hingga nectar tersebut menjadi kental, pada saat itu terjadi penyerapan kandungan kadar air kira-kira 40%. Penurunan kadar air dalam sel madu disebabkan perbedaan tekanan uap air nectar bunga dengan udara luar. Perbedaan ini terjadi karena bantaun kipasan sayap lebah yang berkecepatan 26.400 kali getaran per menit. Setelah kadar air dalam nectar bunga cukup rendah, maka sel nectar bunga tersebut akan ditutup dengan malam oleh lebah. Sel yang telah ditutup dengan malam akan mengalami pemasakan, karena reaksi enzim invertase yang sebagian berasal dari nectar bunga dan tubuh lebah akan memecahkan gula sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Hasil akhir inilah yang disebut dengan madu. Jumlah madu yang dihasilkan lebah tergantung dari jenis lebah, jenis bunga, keadaan bunga, musim, dan iklim. Madu murni alami dihasilkan dari lebah yang menghisap beraneka ragam nectar bunga pilihan alami, sehingga madu yang dihasilkan tidak seragam, baik rasa, aroma, warna, maupun kekentalannya. Madu yang diternakkan umumnya memiliki warna, rasa, aroma yang seragam, karena umumnya makan satu jenis makanan saja.

2.    Menurut Ali Widi Baskhara

Makanan lebah bersumber pada nectar bunga yang kemudian diubah oleh lebah pekerja melalui kelenjarnya  menjadi madu sehingga nectar yang berasal dari bunga yang berbeda akan menghasilkan madu dengan warna,  rasa, aroma, serta manfaat yang berbeda. Di antara lebah ada yang disebut dengan lebah pemandu. Lebah pemandu merupakan lebah pekerja yang bertugas untuk mencari tempat sumber pakan di lapangan. Kemampuan terbang lebah pekerja mencapai radius lebih kurang 2,5 km – 6 km dan tidak pernah tersesat karena hormone feromon yang dikeluarkan ratu lebah akan menimnulkan bau yang dijadikan pemandu bagi lebah pekerja untuk pulang. Lebah pekerja akan tersesat bila ada angina besar atau badai. Setelah lebah pemandu menemukan sumber pakan maka lebah akan kembali ke sarang dan memberikan sinyal atau menginformasikan kepada lebah pekerja yang lain dalam koloninya untuk menunjukkan tempat sumber pakan tersebut. Sinyal yang diberikan lebah pemandu meliputi jarak atau radius terbang dan arah tempat sumber pakan tersebut berada.

Untuk membuat 100 gram madu, lebah harus mendatangi tidak kurang dari satu juta tangkai bunga. Nectar diangkut dalam kantong tepung dikakinya. Di dalam sarang, nectar diolah menjadi madu, lilin, dan royal jelly yang menjadi makanan utama lebah ratu. Umumnya satu sarang menghasilkan 150 gram madu setiap musim.

Lebah pemandu dalam memberikan sinyal komunikasi menginformasikan dengan cara melakukan suatu tarian angka delapan, dan dengan komunikasi melalui feromon, maka lebah yang mengetahui lebah pemandu terbang menuju tempat sumber makanan. Komunikasi lebah dalam koloninya dengan cara tarian dan feromon ini sangat unik. Berikut sedikit penjelasanya.

a.    Lebah Berkomunikasi Melalui Feromon

Feromon merupakan senyawa kimiawi yang dihasilkan oleh ratu lebah dari kelenjar hipofaring yang membawa informasi-informasi tentang kegiatan yang baru dilakukan oleh anggota koloni sesuai dengan keadaan yang sedang dihadapi. Dengsn kata lain feromon mirip dengan hormone yang bekerja secara internal. Efek yang ditimbulkan hormone tersebut langsung dari dalam tubuh individu penghasil, kecuali dengan sengaja dipindahkan ke individu lain. Feromon dihasilkan secara internal, namun bekerja secara eksternal untuk menginduksikan reaksi-reaksi yang mengubah tingkah laku individu lain dalam spesies yang sama.

Di dalam sarang hormone feromon berfungsi untuk mengatur aktivitas lebah-lebah pekerja, sedangkan di luar digunakan oleh ratu lebah untuk memikat lebah pejantan untuk kawin, dab sebagai kompas penuntun koloni paada saat bermigrasi. Pengunaan feromon di dalam koloni lebah dapat berlangsung melalui kontak tubuh, makanan, atau melalui udara yang berada di dalam sarang.

Poses pemindahan hormone feromon kepada lebah pekerja dilakukan dengan cara lebah pekerja mengibaskan antenany a ke tubuh ratu lebah. Selanjutnya lebah pekerja memindahkan horrmon feromon k eke tubuh pekerja lapangan. Peristiwa ini berlangsung pada saat terjadi pemindahan muatan yang dibwa dari lebah pekerja yang ada di lapangan kepada lebah pekerja yang ada di sarang.

Lebah madu menggunakan feromon sebagai aktivitas untuk mengkoordinasikan lebah-lebah lainnya. Penggunaan feromon ini untuk penggolongan jenis lebah pekerja, pejantan, dan ratu lebah. Feromon dugunakan oleh lebah pekerja sebagai penghambat aktivitas ovarium sehingga tidak mungkin kawin dan bertelur selama masih ada ratu lebah. Feromon akan menghambat terbentuknya sel-sel yang akan menjadikannya ratu lebah, memberi tanda bahaya, untuk mengerahkan masa, memberikan makanan kepada anggota koloni, membuang lebah yang mati, serta mengenal antara sesama angota koloni.

b.    Lebah Berkomunikasi Melalui Tarian

Komunikasi melalui tarian hanya dimiliki lebah pekerja pemandu atau lebah scout. Lebah pekerja pemandu melakukan gerakan tarian keliling atau round dance di atas sisisran sarang lebah sambil mengeluarkan aroma temuannya untuk menyampaikan informasi lokasi sumber makanan yang ditemukan kepada lebah pekerja lapangan yang merupakan factor penentu dalam keefisienan lebah madu mengeksploitasi tanaman-tanaman disekitarnya.

Pada saat lebah pekerja pemandu melakukan tarian keliling dalam satu atau dua lingkaran lebah akan mengubah arah putaran tarian. Dalan interval tertentu lebah penari berhenti untuk meneteskan nectar kepada lebah-lebah pekerja yang mengelilinginya. Bila gerakan tarian yang dilakukan lebah pemandu semakin lincah dan banyak gerakannya, maka akan semakin besar jumlah lebah pekerja yang ditarik untuk mencari makanan dan gerakan tarian menunjukkan atau menginformasikan jumlah makanan. Sehingga lebah pekerja yang mengelilinginya akan mempelajari sumber bau makanan yang dibawa oleh lebah pekerja pemandu. Setelah mengetahui sumber bau tersebut maka lebah pekerja segera keluar sarang untuk mncari lokasi makanan. Komunikasi dengan melakukan tarian gerakan melingkar sangat efektif dan dalam waktu singkat dapat menarik banyak pekerja.

Proses pembentukan madu dari bahan dasarnya dilakukan lebah pekerja dalam beberapa tahap, yaitu pertama, lebah madu akan mencari dan mengumpulkan nectar dari tanaman. Nectar merupakan senyawa kompleks yang dihasilkan oleh kelenjar nectarifier dalam bunga dan berbentuk larutan gula dengan kosentrasi berbeda-beda. Kandungan nectar antara lain sukrosa, fruktosa, dan glukosa, serta kandungan lain pada nectar yang jumlahnya sangat sedikit yaitu mineral, asam amino, resin, protein, dan garam. Tahapan selanjutnya, sari makanan dan tepung sari dihisap, ditelan, dan dimasukkan ke dalam perut madu oleh lebah madu pekerja. Setelah tiba di sarang lebah, nectar yang telah ditelannya dikeluarkan kembali serta dikunyah hingga lembut oleh lebah. Pada saat inilah terjadi proses pengubahan nectar menjadi gula invert. Pada saat lebah menghisap nectar dengan belalainya ada kontak antara nectar dengan cairan saliva lebah. cairan saliva yang dimiliki lebah pekerja memiliki kandungan enzim-enzim hidrolase atau enzim invertase sehingga pada tahapan ini terjadi pemecahan gula, dai senyawa sukrosa diubah menjadi glukosa dan fruktosa.

Setelah terjadi pemecahan gula atau gula invert selanjutnya lebah akan mengurangi atau membuang kandungan air pada cairan gula tersebut. Pengurangan air gula dilakukan dengan cara mengibaskan sayap lebah. Selanjutnya cairan madu akan dimatangkan oleh lebah madu dalam sarangnya atau di dalam sel-sel sarang. Jumlah madu yang dihasilkan tergantung dari jenis lebah, jenis bunga, keadaan bunga, musim, dan iklim.

Sumber :

-    Widi, Ali Baskhara. 2008. Khasiat & Keajaiban Madu untuk Kesehatan dan Kecantikan. Yogyakarta : Smile-Books.

-    Yuliarti, Nurheti. 2015. Khasiat Madu untuk Kesehatan dan Kecantikan. Yogyakarta : Andi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar