Madu,
sejak zaman dahulu sudah dikenal oleh masyarakat banyak sebagai pemanis alami
yang paling tua dan digunakan jauh sebelum manusia mengenal adanya gula karena
madu dapat langsung digunakan atau langsung dikonsumsi tanpa melalui proses
pengolahan terlebih dahulu. Proses pengolahan madu dari nectar terjdi di dalam
tubuh lebah, sehingga madu disebut sebagai pemanis alami.
Madu
merupakan bahan makanan yang sangat dikenal
manfaatnya sejak ribuan tahun yang lalu. Madu dikenal memiliki banyak manfaat
untuk menjaga kesehatan, bahkan menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tak cukup
itu, ternyata madu juga memiliki banyak manfaat untuk menjaga kecantikan,
terutama kecantikan kulit. Madu merupakan cairan alami yang keluar dari perut
lebah. Cairan ini menyerupai sirop, tetapi pada umumnya lebih kental. Kekentalan
dan warna madu sangat beragam. Cairan berkhasiat ini memiliki warna putih,
kekuning-kuningan, kecokelatan, cokelat, bahkan kehitaman. Warna madu sangat
dipengaruihi oleh makanan yang dikonsumsi oleh lebah penghasil madu tersebut. Aroma
madu juga bergantung pada sumber nectar yang diambil oleh lebah tersebut. Warna
dan aroma madu dari lebah di pohon randu akan berbeda warna dan aroma madi dari
lebah di pohon rambutan, kelengkeng ataupun di pohon-pohon lain. Rasa manis
madu disebabkan adanya unsur monosakarida fruktosa dan glukosa, memiliki rasa
manis yang hamper sama dengan gula. Kebanyakan mikroorganisme tidak dapat
berkembang di dalam madu karena rendahnya kandungan air di dalam madu. Madu memiliki
khasiat beragam untuk kesehatan dan kecantikan, seperti menyembuhkan sejumlah
alergi, flue, memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker, meredakan gangguan
pencernaan, menyembuhkan hemoroid, menyembuhkan luka bakar, menyembuhkan
jerawat, menghaluskan kulit dan menghilangkan bekas luka.
Mengenai
Madu
Tentunya kita tidak
asing lagi dengan madu. Cairan manis dengan beragam warna mulai dari putih,
kekuningan, kuning, kecokelatan, cokelat, bahkan kehitaman dengan rasa manis
hingga sedikit pahit ini sangat mudah kita temukan di berbagai tempat, mulai
pasar tradisional hingga supermarket. Menurut SNI (Standar Nasional Indoensia),
madu adalah cairan yang umumnya mempunyai rasa manis, dihasilkan oleh lebah
madu dari sari bunga tanaman (floral nectar) atau bagian lain dari tanaman
(ekstra floral nectar) atau serangga. Madu merupakan cairan yang dihasilkan
dari sari bunga tanaman maupun bahan lain dalam tanaman. Sebenarnya madu
digunakan sebagai makanan oleh lebah itu sendiri. Biasanya jumlah yang
diproduksi melebihi kebutuhan lebah, sehingga madu sering diambil manfaatnya
oleh manusia karena madu merupakan zat berkhasiat yang memiliki nilai gizi
tinggi. Rasa madu kebanyakan manis, sehingga disukai banyak orang dan dapat
digunakan sebagai pengganti gula. Pada saat nectar dikumpulkan oleh lebah,
kadar air dan sukrosa didalamnya masih tinggi. Di dalam sarang lebah, nectar ini
akan dimatangkan, sehingga kadar airnya akan menurun hingga 20% saja dari yang
sebelumnya sekitar 85%.
Satu-satunya
makhluk penghasil madu adalah lebah. Namun, demikina, tidak semua jenis lebah
menghasilkan madu. Lebah penghasil madu masuk dalam family
Apidae,
genus apis. Beberapa spesies lebah
madu yang popular, yaitu jenis Apis Andreniformis yang merupakan lebah asli
Indonesia. Lebah ini sering ditemukan di daerah permukiman dan hutan-hutan pada
ketinggian 500 meter. Lebah jenis lain yang menghasilkan madu adalah Apis Cerana yang merupakan lebah asli Asia, saat ini lebah
tersebut telah menyebar ke Afganistan, Cina bahkan Jepang. Apis Dorsata yang berkembang di kawasan subtropics dan tropis
Asia, Apis
Florea dan Apis Laborisa yang ditemukan di Pegunungan Himalaya, maupun Apis Mellifera lebih jenis ungul yang paling banyak dibudidayakan di
seluruh dunia juga merupakan jenis lebah penghasil madu.
Nectar bunga
(cairan manis dalam bunga) merupakan bahan baku madu. Nectar bunga merupakan
senyawa kompleks yang dihasilkan oleh kelenjar “Necterifier” dalam bunga dan
berbentuk larutan gula degan konsentrasi yang bervariasi. Perbedaan konsentrasi
ini juga menyebabkan warna madu berbeda-beda, selain itu penyebab perbedaan
warna madu adalah sari bunga yang dimakan oleh lebah madu tersebut. Komponen utam
anektar adalah sukrosa, fruktosa, glukosa, dan zat-zat gula lainnya dalam
kosentrasi yang lebih sedikit.
Sumber :
-
Yuliati, Nuheti. 2015. Khasiat Madu untuk Kesehatan dan Kecantikan.
Yogyakarta : Andi.
- Baskhara, Ali Widi. 2008. Khasiat & Keajaiban Madu untuk Kesehatan dan Kecantikan. Yogyakarta : Smile-Books.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar