Kamis, 04 Februari 2021

Mengenai Madu

Madu, sejak zaman dahulu sudah dikenal oleh masyarakat banyak sebagai pemanis alami yang paling tua dan digunakan jauh sebelum manusia mengenal adanya gula karena madu dapat langsung digunakan atau langsung dikonsumsi tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Proses pengolahan madu dari nectar terjdi di dalam tubuh lebah, sehingga madu disebut sebagai pemanis alami.

Madu merupakan bahan makanan yang sangat dikenal manfaatnya sejak ribuan tahun yang lalu. Madu dikenal memiliki banyak manfaat untuk menjaga kesehatan, bahkan menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tak cukup itu, ternyata madu juga memiliki banyak manfaat untuk menjaga kecantikan, terutama kecantikan kulit. Madu merupakan cairan alami yang keluar dari perut lebah. Cairan ini menyerupai sirop, tetapi pada umumnya lebih kental. Kekentalan dan warna madu sangat beragam. Cairan berkhasiat ini memiliki warna putih, kekuning-kuningan, kecokelatan, cokelat, bahkan kehitaman. Warna madu sangat dipengaruihi oleh makanan yang dikonsumsi oleh lebah penghasil madu tersebut. Aroma madu juga bergantung pada sumber nectar yang diambil oleh lebah tersebut. Warna dan aroma madu dari lebah di pohon randu akan berbeda warna dan aroma madi dari lebah di pohon rambutan, kelengkeng ataupun di pohon-pohon lain. Rasa manis madu disebabkan adanya unsur monosakarida fruktosa dan glukosa, memiliki rasa manis yang hamper sama dengan gula. Kebanyakan mikroorganisme tidak dapat berkembang di dalam madu karena rendahnya kandungan air di dalam madu. Madu memiliki khasiat beragam untuk kesehatan dan kecantikan, seperti menyembuhkan sejumlah alergi, flue, memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker, meredakan gangguan pencernaan, menyembuhkan hemoroid, menyembuhkan luka bakar, menyembuhkan jerawat, menghaluskan kulit dan menghilangkan bekas luka.

Mengenai Madu

Tentunya kita tidak asing lagi dengan madu. Cairan manis dengan beragam warna mulai dari putih, kekuningan, kuning, kecokelatan, cokelat, bahkan kehitaman dengan rasa manis hingga sedikit pahit ini sangat mudah kita temukan di berbagai tempat, mulai pasar tradisional hingga supermarket. Menurut SNI (Standar Nasional Indoensia), madu adalah cairan yang umumnya mempunyai rasa manis, dihasilkan oleh lebah madu dari sari bunga tanaman (floral nectar) atau bagian lain dari tanaman (ekstra floral nectar) atau serangga. Madu merupakan cairan yang dihasilkan dari sari bunga tanaman maupun bahan lain dalam tanaman. Sebenarnya madu digunakan sebagai makanan oleh lebah itu sendiri. Biasanya jumlah yang diproduksi melebihi kebutuhan lebah, sehingga madu sering diambil manfaatnya oleh manusia karena madu merupakan zat berkhasiat yang memiliki nilai gizi tinggi. Rasa madu kebanyakan manis, sehingga disukai banyak orang dan dapat digunakan sebagai pengganti gula. Pada saat nectar dikumpulkan oleh lebah, kadar air dan sukrosa didalamnya masih tinggi. Di dalam sarang lebah, nectar ini akan dimatangkan, sehingga kadar airnya akan menurun hingga 20% saja dari yang sebelumnya sekitar 85%.

Satu-satunya makhluk penghasil madu adalah lebah. Namun, demikina, tidak semua jenis lebah menghasilkan madu. Lebah penghasil madu masuk dalam family Apidae, genus apis. Beberapa spesies lebah madu yang popular, yaitu jenis Apis Andreniformis yang merupakan lebah asli Indonesia. Lebah ini sering ditemukan di daerah permukiman dan hutan-hutan pada ketinggian 500 meter. Lebah jenis lain yang menghasilkan madu adalah Apis Cerana yang merupakan lebah asli Asia, saat ini lebah tersebut telah menyebar ke Afganistan, Cina bahkan Jepang. Apis Dorsata yang berkembang di kawasan subtropics dan tropis Asia, Apis Florea dan Apis Laborisa yang ditemukan di Pegunungan Himalaya, maupun Apis Mellifera lebih jenis ungul yang paling banyak dibudidayakan di seluruh dunia juga merupakan jenis lebah penghasil madu.

Nectar bunga (cairan manis dalam bunga) merupakan bahan baku madu. Nectar bunga merupakan senyawa kompleks yang dihasilkan oleh kelenjar “Necterifier” dalam bunga dan berbentuk larutan gula degan konsentrasi yang bervariasi. Perbedaan konsentrasi ini juga menyebabkan warna madu berbeda-beda, selain itu penyebab perbedaan warna madu adalah sari bunga yang dimakan oleh lebah madu tersebut. Komponen utam anektar adalah sukrosa, fruktosa, glukosa, dan zat-zat gula lainnya dalam kosentrasi yang lebih sedikit.

Sumber :

-       Yuliati, Nuheti. 2015. Khasiat Madu untuk Kesehatan dan Kecantikan. Yogyakarta : Andi.

-       Baskhara, Ali Widi. 2008. Khasiat & Keajaiban Madu untuk Kesehatan dan Kecantikan. Yogyakarta : Smile-Books.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar