Selasa, 02 Februari 2021

Bahaya Obat Medis Kimiawi

Jintan Hitam (Nigella Sativa L.) atau dikenal juga dengan Habbatussauda’ atau Black Seed sudah dipercaya selama ribuan tahun untuk mengobati berbagai macam penyakit. Tumbuhan yang tersebar di sepanjang Mediterania (Laut Tengah) ini bahkan direkomendasikan oleh Nabi Muhammad SAW., sebagai sarana pengobatan yang alami. Penelitian pun modern membuktikan, Jinten Hitam memiliki senyawa danm zat-zat aktif yang bermanfaat untuk mengusir banyak penyakit.

Meski sudah digunakan di dunia pengobatan selama ribuan tahun, namun di Indonesia, nama Jinten Hitam masih tergolong fenomena baru. Namun kini, berkat akses media yang semakin canggih dan cepat, masyarakat sudah mulai tahu kehebatan dan keajaiban rempah-rempah yang juga disebut dalam Kitab Perjanjian Lama tersebut. Asal tahu saja, tanaman ini mampu menyembuhkan penyakit ringan seperti alergi, batuk pilek hingga penyakit mematikanseperti kencing manis, kanker, prostat, asma dan sebagainya. Yak salah jika rempah-rempah berwarna hitam ini disebut pula dalam “At Tibbun An Nabawi(pengobatan cara Nabi).

Bahaya Obat Medis Kimiawi

Teknologi yang semakin berkembang dalam hal penanganan penyakit semakin mendukung manusia untuk  mengabaikan pentingnya menjaga pola kehidupan dengan baik. Tersedianya berbagai obat medis di pasaran bebas dan para tenaga medis memungkinkan setiap orang untuk berobat sewaktu-waktu ketika jatuh sakit. Ibaratnya makanan instan, obat-obatan pun tersedia disetiap rumah bahkan di kantong tas yang siap di bawa ke mana-mana. Sehingga, bukan pola kehidupan yang ditingkatkan untuk menjadi lebih sehat, melainkan persediaan obat-obatan yang dipersiapkan sebagai amunisi untuk melawan penyakit.

Sayangnya sebagian besar obat-obatan yang tersedia juga merupakan hasil budaya instan, sehingga diambil dari bahan-bahan instan buatan bukan dari alam. Akibatnya, muncul masalah-masalah baru yang berasal dari efek samping obat-obatan.

Di Amerika efek samping obat-obatan bertanggungjawabatas kematian 100.000 pasien. Berikut kutipan dari sebuah artikel dalam situs BBC pada halaman kesehatan (yang ditulis oleh Dr. Trisha Macnoir :”Recent research in US has claimed that adverse drug reaction may be responsible for the death of as many as 100,000 patients in US hospital each year, making them one of the leading causes of death ” terjemahannya : “Riset baru-baru ini di Amerika menyatakan bahwa reaksi obat-obatan bertanggung jawab atas kematian 100.000 pasien di berbagai rumah sakit setiap tahun, dan membuat efek samping menjadi salah satu sebab kematian yang utama ”.

Perbedaan Obat Kimiawi dan Obat Herbal

No

Obat Kimiawi

Obat Herbal

1

Lebih diarahkan untuk menghilangkan gejala-gejalanya saja

Diarahkan pada sumber penyebab penyakit dan perbaikan fungsi serta organ-organ yang rusak.

2

Bersifat sympthomatis yang hanya untuk mengurangi penderitaanya saja

Bersifat rekonstruktif atau memperbaiki organ-organ, jaringan atau sel-sel yang rusak.

3

Bersifat paliatif, artinya penyembuhan yang bersifat spekulatif, bila tepat penyakit akan sembuh, bila tidak endapan obat akan menjadi racun yang berbahaya

Bersifat kuratif, artinya benar-benar menyembuhkan karena pengobatannya pada sumber.

4

Lebih diutamakan untuk penyakit-penyakit yang sifatnya akut (butuh pertolongan segera) seperti asma akut, patah tulang, infeksi akut, dan lain-lain.

Lebih diutamakan untuk mencegah penyakit, pemulihan penyakit-penyakit komplikasi menahun serta jenis penyakit yang memerlukan pengobatan lama.

5

Reaksi cepat, namun bersifat destruktif, artinya melemahkan organ tubuh lain, terutama jika dipakai terus-menerus dalam jangka waktu lama.

Reaksi lambat tetapi bersifat konstruktif atau memperbaiki dan membangun kembali organ-organ yang rusak.

6

Efek samping yang bisa ditimbulkan iritasi lambung dan hati, kerusakan ginjal, mengakibatkan lemak darah.

Efek samping hamper tidak ada, asalkan diramu oleh herbalis yang ahli dan berpengalaman.

7

Reaksi terhadap tubuh cepat

------

Sumber : Dewi, Nurfita, S.P. 2012. Dahsyatnya Jintan Hitam : Untuk Pengobatan Berbagai Penyakit. Yogyakarta : Pustaka Batu Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar