Saat ini, kecenderungan manusia untuk kembali ke alam (back to nature)
semakin meningkat dengan mencari cara pengobatan alternatif yang aman dan tidak
menimbulkan efek samping. Salah satu obat mujarab yang ada di alam adalah
propolis. Propolis merupakan salah satu keajaiban yang diturunkan oleh zat yang
dihasilkan lebah ini. Kandungan zat yang berfungsi sebagai antibiotic dan
antimikroba tersebut tidak diragukan lagi.
Sejumlah hasil penelitian menyebutkan bahwa propolis
dapat membunuh 26 isolat bakteri Staphlococcus aureus penyebab infeksi pada kulit dan saluran pernapasan
serta Escherichia coli, penginfeksi
saluran pencernaan.
1.
Propolis dalam Dunia
Kesehatan dan Kecantikan
Propolis sangat baik untuk kesehatan kulit. Kandungan
antibakteri, antifungi, antivirus, dan antioksidannya mampu menjaga kulit dari
segala macam radikal bebeas yang dapat merusak kulit. Menurut seorang pakar
makanan kesehatan kulit dan akupuntur, Prof. Hembing Wijayakusuma, menyebutkan bahwa
propolis sangat baik untuk kesehatan kulit dan kesehatan tubuh. Propolis dapat
menghilangkan jerawat, flek-fleks hitam, kerutan, dan mengembalikan fungsi
kolagen. Dengan demikian, kulit wajah lebih kenyal, halus, dan terlihat awet
muda.
2.
Propolis Untuk Terapi
Penyakit
Salah satu sifat propolis yang tidak dimiliki oleh obat
penyembuh lainnya adalah sifatnya sebagai antivirus. Bahkan, di Brazil,
propolis telah digunakan untuk pengobatan AIDS karena terbukti menghambat
replikasi virus HIV.
Sifat utama dari propolis adalah membentuk dan merangsang kekebalan tubuh yang tinggi sehingga segala jenis penyakit dapat ditumbangkan. Penyakit-penyakit yang dapat diobati oleh propolis antara lain diabetes mellitus, radang paru-paru, herpes, bronchitis, wasir, dan jantung coroner. Selain penyakit berat, propolis juga dapat menyembuhkan penyakit-penyakit ringan seperti jerawat, bisul, kutil, dan luka bakar.
3.
Sebagai Bahan
Pengawet
Untuk menghindari serangan-serangan jamur, pengusaha
furniture biasanya menggunakan fumigasi untuk perlindungan. Namun hal ini
menyebabkan resistensi/ketahanan suatu organisme sehingga dalam jangka waktu
yang lama, fumigasi tidak efektif. Seiring dengan perkembangan zaman,
Negara-negara di Eropa Timur, sudah menggunakan propolis untuk melapisi bagian
dalam furniture (untuk finishing).
Dengan penggunaan tersebut, gangguan yang disebabkan oleh jamur, bakteri, atau
organisme lain dapat ditangkal. Selain sebagai bahan pelindung, propolis juga
dapat berfungsi sebagai bahan pengilap sehingga hasil akhir furniture lenih
indah.
4.
Manfaat Lain
Dalam industry perhiasan, propolis dapat diekstrak dengan
alcohol dapat digunakan untuk mengilapkan emas dan perak sehingga tampak lebih
indah. Di dunia peternakan, propolis ternyata dapat berfungsi sebagai perangkap
larva.
Kandungan propolis begitu kompleks. Propolis mengandung
segala kebaikan yang dibutuhkan tubuh, mulai dari antifungal, antibakteri,
hingga antivirus. Propolis dapat menjadi bahan pengawet makanan yang bersifat
aman.
Dalam kehidupan sehari-hari, konsumsi propolis sangat
praktis. Propolis dapat dijadikan sebagai pengganti selai pada roti tawar atau
diteteskan pada segeras air minum. Bahkan, di Belanda propolis sudah digunakan
sebagai bahan baku pembuatan kue yang berfungsi sebagai camilab sehat karena
terbukti dapat mengobati penyakit TBC.
Sumber : Siregar, Hotnida, C.H, dkk. 2011. Propolis : Madu Multikhasiat. Jakarta : Penebar Swadaya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar