Selasa, 26 Januari 2021

Pemanfaatan Propolis


Saat ini, kecenderungan manusia untuk kembali  ke alam (back to nature) semakin meningkat dengan mencari cara pengobatan alternatif yang aman dan tidak menimbulkan efek samping. Salah satu obat mujarab yang ada di alam adalah propolis. Propolis merupakan salah satu keajaiban yang diturunkan oleh zat yang dihasilkan lebah ini. Kandungan zat yang berfungsi sebagai antibiotic dan antimikroba tersebut tidak diragukan lagi.

Sejumlah hasil penelitian menyebutkan bahwa propolis dapat membunuh 26 isolat bakteri Staphlococcus aureus penyebab infeksi pada kulit dan saluran pernapasan serta Escherichia coli, penginfeksi saluran pencernaan.

1.    Propolis dalam Dunia Kesehatan dan Kecantikan

Propolis sangat baik untuk kesehatan kulit. Kandungan antibakteri, antifungi, antivirus, dan antioksidannya mampu menjaga kulit dari segala macam radikal bebeas yang dapat merusak kulit. Menurut seorang pakar makanan kesehatan kulit dan akupuntur, Prof. Hembing Wijayakusuma, menyebutkan bahwa propolis sangat baik untuk kesehatan kulit dan kesehatan tubuh. Propolis dapat menghilangkan jerawat, flek-fleks hitam, kerutan, dan mengembalikan fungsi kolagen. Dengan demikian, kulit wajah lebih kenyal, halus, dan terlihat awet muda.

2.    Propolis Untuk Terapi Penyakit

Salah satu sifat propolis yang tidak dimiliki oleh obat penyembuh lainnya adalah sifatnya sebagai antivirus. Bahkan, di Brazil, propolis telah digunakan untuk pengobatan AIDS karena terbukti menghambat replikasi virus HIV.

Sifat utama dari propolis adalah membentuk dan merangsang kekebalan tubuh yang tinggi sehingga segala jenis penyakit dapat ditumbangkan. Penyakit-penyakit yang dapat diobati oleh propolis antara lain diabetes mellitus, radang paru-paru, herpes, bronchitis, wasir, dan jantung coroner. Selain penyakit berat, propolis juga dapat menyembuhkan penyakit-penyakit ringan seperti jerawat, bisul, kutil, dan luka bakar.

3.    Sebagai Bahan Pengawet

Untuk menghindari serangan-serangan jamur, pengusaha furniture biasanya menggunakan fumigasi untuk perlindungan. Namun hal ini menyebabkan resistensi/ketahanan suatu organisme sehingga dalam jangka waktu yang lama, fumigasi tidak efektif. Seiring dengan perkembangan zaman, Negara-negara di Eropa Timur, sudah menggunakan propolis untuk melapisi bagian dalam furniture (untuk finishing). Dengan penggunaan tersebut, gangguan yang disebabkan oleh jamur, bakteri, atau organisme lain dapat ditangkal. Selain sebagai bahan pelindung, propolis juga dapat berfungsi sebagai bahan pengilap sehingga hasil akhir furniture lenih indah.

4.    Manfaat Lain

Dalam industry perhiasan, propolis dapat diekstrak dengan alcohol dapat digunakan untuk mengilapkan emas dan perak sehingga tampak lebih indah. Di dunia peternakan, propolis ternyata dapat berfungsi sebagai perangkap larva.

Kandungan propolis begitu kompleks. Propolis mengandung segala kebaikan yang dibutuhkan tubuh, mulai dari antifungal, antibakteri, hingga antivirus. Propolis dapat menjadi bahan pengawet makanan yang bersifat aman.

Dalam kehidupan sehari-hari, konsumsi propolis sangat praktis. Propolis dapat dijadikan sebagai pengganti selai pada roti tawar atau diteteskan pada segeras air minum. Bahkan, di Belanda propolis sudah digunakan sebagai bahan baku pembuatan kue yang berfungsi sebagai camilab sehat karena terbukti dapat mengobati penyakit TBC.

 

 

Sumber : Siregar, Hotnida, C.H, dkk. 2011. Propolis : Madu Multikhasiat. Jakarta : Penebar Swadaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar